
Muratara – Menindaklanjuti persoalan dugaan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), massa yang tergabung dalam Aliansi Anti Aktivitas PETI dan Penyelamatan Lingkungan Muratara (A3M) mendatangi Mapolres Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (26/8/2026).

Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua A3M, Yongki, bersama sejumlah tokoh perempuan dan masyarakat Muratara. Dalam penyampaiannya, massa membawa sejumlah tuntutan terkait aktivitas PETI yang dinilai telah menimbulkan keresahan masyarakat serta berdampak terhadap lingkungan dan sumber air warga.
1.Menutup seluruh aktivitas PETI di wilayah Kabupaten Muratara
2.Mendesak Polres Muratara dan instansi terkait untuk bertindak nyata.
3.Menangkap dan memproses hukum para pelaku PETI.
A3M meminta aparat penegak hukum bersama pemerintah daerah mengambil langkah tegas terhadap aktivitas PETI dan mengusut pihak-pihak yang diduga terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Setelah menyampaikan aspirasi, massa melakukan dialog dengan jajaran Polres Muratara. Kapolres Muratara AKBP Rendi Surya AditamaS.I.K menerima langsung peserta aksi dan mendengarkan berbagai tuntutan yang disampaikan.

Dalam dialog tersebut, kapolres menegaskan komitmen kepolisian untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
“Untuk yang sudah ditangkap, akan kita proses sesuai aturan yang berlaku,” tegas Kapolres
Kapolres juga menyampaikan bahwa persoalan PETI membutuhkan penanganan secara bersama-sama dan tidak dapat dibebankan kepada kepolisian semata. Polres Muratara akan menggandeng seluruh leading sector, termasuk Satgas PETI, Pemerintah Kabupaten Muratara, serta instansi terkait lainnya.
Menurutnya, sinergi lintas sektor diperlukan agar penanganan PETI tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mencakup upaya pencegahan dan perlindungan terhadap masyarakat serta lingkungan.
Sementara itu, tokoh perempuan Perduli Air Sungai warga Rawas Ulu,Evi menyampaikan keresahan masyarakat terkait kondisi Sungai Rawas yang selama ini menjadi salah satu sumber kebutuhan air warga.
Ia meminta aparat mengusut tuntas pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas PETI sekaligus mengambil langkah nyata untuk memulihkan kondisi Sungai Rawas.
“Usut tuntas para oknum yang terlibat PETI dan jernihkan air Sungai Rawas,” ujar Evi
Menurutnya, persoalan air bersih semakin dirasakan masyarakat, terutama saat musim kemarau. Sungai Rawas yang selama ini menjadi sumber air warga kini dinilai mengalami pencemaran dan berubah menjadi keruh.
“Kami di musim kemarau sudah kesulitan dengan air bersih. Salah satunya alternatif adalah Sungai Rawas, tetapi sekarang Sungai Rawas sudah keruh dan diduga tercemar oleh penambang PETI dari hulu sungai. Kami mohon kepada pihak Polres tangkap semua pelaku PETI,” tegasnya.
Aspirasi tersebut menjadi bagian dari tuntutan masyarakat agar penanganan PETI dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Massa berharap komitmen yang disampaikan dalam dialog tidak berhenti pada pertemuan semata, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan.
Aksi A3M ini sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat, kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam menangani persoalan PETI di Muratara dengan mengedepankan penegakan hukum, keamanan, kelestarian lingkungan, serta kepentingan masyarakat.
Sumber:Reporter
Reporter:Holindra




