News  

Diduga Manajemen SPBU Layani Pengisian Pertalite Menggunakan Tangki Modifikasi, Ketua LSM LIN Sampaikan Surat Terbuka ke Pertamina

Lubuk Linggau-Ketua LSM Lembaga Investigasi Negara (LIN) DPC Musi Rawas Utara (Muratara), Hendra Bahalis, melayangkan surat terbuka kepada Pertamina Patra Niaga Regional Lubuk Linggau terkait dugaan pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi jenis Pertalite di salah satu SPBU di Kota Lubuk Linggau.

SURAT TERBUKA,

Kepada Yth.

Pertamina Patraniaga Regional

Lubuk Linggau

Dengan Hormat.

Dengan rasa penuh kemarahan dan kebencian Kepada Manajemen SPBU dikota Lubuk Linggau, Minggu 30 Agustus 2026, saya dengan sabar dan terkantuk kantuk menunggu antrian untuk mengisi BBM Jenis Pertalite.

Selama hampir 1 jam baru tiba giliran saya untuk dapat isi BBM. Mengapa saya Marah..? dan saya yakin semuah akan marah!. untuk konsumen umum Operator sibuk menanyakan BARCODE Kendraraan. sementara Puluhan sepeda motor menggunakan Tangki Fuso(Tanki modifikasi)mengisi BBM Jauh melebihi kapasitas sepeda Motor.

Bayangkan sampai melebihi Rp 300 k untuk isi sepeda motor dan itu tanpa Barcode. Bisa dilihat Vidio saya ini. Untuk itu saya meminta Pertamina Patraniaga segerah lakukan Dispensasi dan hukuman SPBU ini sejak Surat terbuka ini saya Sampaikan.

Kepada Semua Masyarakat yg merasa kesal atas tindakan SPBU ini, tolong Viralkan Seviral viralnya. Demikian Surat terbuka ini saya sampaikan, agar Pertamina Patraniaga Regional Lubuk Linggau segera bertindak.

“Dugaan ini perlu menjadi perhatian serius. Saat masyarakat umum harus menunjukkan barcode, justru ada kendaraan roda dua yang diduga mengisi BBM melebihi kapasitas normal kendaraan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait pengawasan penyaluran BBM subsidi,” ujar Hendra dalam surat terbukanya.

Ia meminta Pertamina Patra Niaga Regional Lubuk Linggau segera melakukan pemeriksaan terhadap SPBU yang dimaksud. Selain itu, ia juga mendesak adanya evaluasi dan pemberian sanksi apabila ditemukan pelanggaran terhadap aturan distribusi BBM subsidi.Hendra menilai pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi harus dilakukan secara ketat agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang harus mengantre untuk mendapatkan bahan bakar.

Melalui surat terbuka tersebut, ia juga mengajak masyarakat yang memiliki informasi atau mengalami kejadian serupa untuk menyampaikan laporan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina Patra Niaga Regional Lubuk Linggau maupun pihak SPBU terkait atas dugaan yang disampaikan tersebut. Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi guna mendapatkan informasi yang berimbang.

Sumber:Narasumber

Reporter:Holindra