
Muratara-Sejumlah masyarakat Desa Noman Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), melakukan aksi di depan tower Telkomsel yang berada di wilayah desa setempat, Kamis (14/5/2026).
Dalam aksi tersebut, warga melakukan penggembokan pagar tower sebagai bentuk protes atas belum adanya kejelasan ganti rugi terhadap kerusakan barang elektronik yang diduga terdampak petir dan radiasi tower.
Sekretaris Desa (Sekdes) Noman Baru mengatakan, pemerintah desa sebenarnya tidak mengharapkan adanya tindakan penggembokan pagar tower Telkomsel. Namun, pihak desa juga tidak dapat menahan kehendak masyarakat yang merasa kecewa karena persoalan tersebut belum mendapatkan penyelesaian.
“Kami dari pemerintah desa tidak mengharapkan adanya penggembokan pagar Telkomsel. Tapi kami juga tidak bisa menahan kehendak masyarakat setempat karena sampai saat ini dari pihak Telkomsel belum ada etikad atau keterangan terkait bantuan sosial maupun ganti rugi terhadap dampak petir”ujar Sekdes saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, pengajuan terkait keluhan masyarakat sebenarnya sudah pernah disampaikan dan seluruh data warga terdampak telah diajukan hampir satu tahun yang lalu. Namun hingga kini belum ada realisasi ataupun kepastian dari pihak Telkomsel.
“Sekarang masyarakat masih menunggu kebijakan dari Telkomsel. Pemerintah desa berharap masyarakat tetap bersabar dan persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik,” tambahnya.
Pemerintah Desa Noman Baru juga berharap ke depan ada sosialisasi yang jelas kepada masyarakat, termasuk koordinasi dengan pemerintah desa dan stakeholder terkait agar persoalan serupa tidak terus berlarut.Sementara itu, salah satu warga, Fis, menyampaikan bahwa dua hari lalu kembali terjadi petir yang mengakibatkan banyak rumah warga terdampak. Ia menyebut sejumlah barang elektronik mengalami kerusakan, mulai dari televisi, kulkas, lampu, amper hingga mesin cuci dan peralatan lainnya.“Banyak rumah yang terdampak. Barang-barang rusak seperti TV, kulkas, lampu, amper, mesin cuci dan masih banyak lagi. Kami berharap pihak Telkomsel mau bertanggung jawab dan mengganti kerugian masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, warga sudah cukup lama menunggu perhatian dari pihak perusahaan. Bahkan pengajuan ganti rugi telah dilakukan sejak hampir satu tahun lalu, namun belum terealisasi.“Kami sudah mengajukan sejak satu tahun lalu dan sampai sekarang belum ada realisasi. Bahkan hampir lima tahun persoalan ganti rugi ini seperti diabaikan,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Telkomsel terkait aksi warga dan tuntutan ganti rugi tersebut.
