Breaking News
light_mode
Beranda » News » Kasus Penemuan Jasad Tanpa Identitas Terungkap,korban Nur Mintana Hasibuan

Kasus Penemuan Jasad Tanpa Identitas Terungkap,korban Nur Mintana Hasibuan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
  • visibility 176

Pasaman,
Dua hari pasca ditemukannya jasad wanita muda tanpa identitas, dalam selokan di Kampung Binubu, Nagari Sontang Cubadak, Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman, pada Selasa (12/8/25) kemaren, sudah menampakan titik terang diduga jasad wanita muda tanpa identitas tersebut bernama Nur Mintana Hasibuan

Hasil kerja esktra Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman dalam mengungkap kasus ini, telah diperoleh data pasti korban, termasuk identitas terduga pelaku.

Hasil visum et repertum dokter forensik Rumah Sakit Bayangkara Polda Sumbar di Padang, memastikan bahwa jasad wanita muda yang ditemukan dalam kondisi telungkup, kepala terbenam di dalam lumpur selokan, adalah korban pembunuhan.

“Hasil visum rumah sakit menyatakan tulang leher korban patah dan tulang pelipis kanan retak, sementara bagian anus dan kemaluan korban juga mengalami luka robek dan rusak,” ujar Kasat Reskrim Polres Pasaman, AKP. Fion Joni Hayes, SH. MM, Kamis malam (14/8/25) di kantornya.

Dijelaskan, kepastian identitas korban diketahui setelah kedua orang tua korban melihat langsung jasad anaknya di RS bhayangkara, bersama keluarga dekat, Rabu malam kemarin.

“Jasad tersebut telah dikenali oleh pihak keluarga dan dipastikan benar bernama Nur Mintana Hasibuan, 15 tahun, warga Pagaran Jae Batu, Desa Pasar Latong, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara,” ungkap Kasat Reskrim.

Dikatakan, setelah mendapat persetujuan pihak keluarga, besok (jumat (15/8/25) dokter forensik akan melakukan proses autopsi jenazah.

“Nanti dari hasil autopsi akan diketahui penyebab korban meninggal, kapan hari dan jam meninggalnya, sekaligus kecocokan DNA dengan orang tua korban,” terangnya lagi

Menurut AKP. Fion, autopsi ini penting dilakukan, termasuk untuk menentukan dimana lokasi korban saat meninggal dunia, dengan mendalami rentetan kronologis kejadian.

“Jika locusnya di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), maka kasus ini akan kita limpahkan ke Polda Sumatera Utara,” kata Kasat pula.

Dijelaskan lagi, bahwa saat ini polisi tengah mendalami terduga pelaku.

“Sementara identitas terduga pelaku sudah diperoleh dan kita sedang dalami, termasuk pencarian menggunakan alat tekhnologi informasi,” jelasnya.

Namun dari analisanya, Kasat Reskrim kaya pengalaman tersebut yakin, malam ini juga terduga pelaku bakal ditangkap.

Dari wawancara langsung dengan kedua orang tua korban, Saripudin Hasibuan (41 th) dan Risnawati (39 th) di ruang Satreskrim Polres Pasaman, bahwa pada hari Minggu (10/8/25) kemarin, korban Mintana (panggilan sehari hari Nur Mintana Hasibuan) dijemput oleh seorang lelaki ke rumahnya. Lelaki itu dulunya pernah satu tempat kerja dengan ayah korban.

Saat dijemput, orang tua korban sedang tidak di rumah. Dengan dalih ingin mengajak Mintana mandi-mandi ke sungai Siraisan –salah satu objek wisata di daerah itu, Mintana berhasil dibawa teman ayahnya.

“Dari rumah mereka pergi berempat dengan adik Mintana dan dua anak saudara kami yang lainnya. Namun sekitar 500 meter dari rumah, adik Mintana, yang bernama Siti Fatimah (11 th) dan dua anak lainnya, diturunkan dari mobil lelaki itu dan mereka dikasih uang 17 ribu untuk jajan,” ucap Risnawati, ibu korban yang ditemui di ruang Reskrim Polres Pasaman, Kamis (14/8/25) malam.

“Sekarang kakak dulu yang dibawa ya, besok baru kalian yang uwak ajak mandi-mandi,” kata Si Lelaki itu, seperti dituturkan ibu korban.

Ibu korban mengaku bahwa Lelaki yang mengajak anaknya itu, dua hari sebelumnya pernah datang ke rumah dan sempat makan di rumahnya.

“Hari itu Dia menyampaikan maksud ingin membawa Mintana ke rumahnya, sebagai pengasuh anaknya. Tapi kami tolak, karena Mintana tidak sehat dan Dia juga yang mengasuh adiknya di rumah,” kata ibu korban lagi.

Namun sikap orang tua Mintana sangat disayangkan, karena pada hari minggu anaknya dibawa orang, mereka tidak langsung mencari keberadaan putrinya..

“Kami mencari Mintana pada hari Selasa. Dicari ke rumah Lelaki itu, rupanya Dia sudah dua bulan bercerai dengan istrinya dan tidak pernah lagi pulang ke rumah istrinya itu,” tutur Risnawati.

Barulah esoknya, Rabu (13/8/28), keluarga korban mendapat informasi dari media sosial, bahwa ada penemuan mayat di Pasaman, yang fotonya mirip Mintana.

Setelah melaporkan anaknya hilang di Polres Padang Lawas, Rabu, dan menghubungi Polisi Polres Pasaman, keluarga itu langsung berangkat ke Padang, karena jasad Mintana sudah dibawa ke rumah sakit Polda Sumbar.

Di RS Bhayangkara, orang tua Mintana melihat langsung jasad korban.

“Kalau wajahnya sudah sulit dikenali, karena sudah bengkak dan mulai membusuk. Tapi setelah saya buka kakinya, nampaklah ciri-ciri anak saya, kuku jempol kirinya sedikit bergulung, termasuk kuku tangannya merah karena pakai inai,” kata Risnawati.

Keterangan ibu korban, Mintana merupakan anak ke 2 dari 5 bersaudara dan ke lima anaknya perempuan.

“Mintana memang sudah 15 tahun umurnya, tapi pikirannya masih seperti anak-anak dan bermainnya juga masih sama anak-anak,” kata ibunya.

Keluarga Saripudin dan Risnawati tergolong keluarga kurang mampu. Pekerjaan mereka sehari hari sebagai buruh tani, yang bekerja di kebun orang lain.

Selesai pemeriksaan dan meminta keterangan dari orang tua dan keluarga korban, Kasat Reskrim AKP. Fion menyebutkan bahwa setelah proses autopsi, jenazah korban langsung dimandikan dan dikafani di Rumah Sakit Bhayangkara. Nanti tinggal dishalatkan dan dimakamkan di Padang Lawas.

“Mereka dari keluarga kurang mampu, jadi kita bantu seluruh prosesi penyelenggaraan jenazah di Rumah Sakit, sampai proses pengantaran ke kampung halamannya,” tutup Kasat Fion.

Dikutif dari Akun FB :
Budihermawan &
Kasat Reskrim AKP. Fion
Editor: Holindra

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT. Bara Sentosa Lestari (BSL) Petrosea Bantu Masyarakat Terdampak Banjir di Wilayah Rawas Ilir

    PT. Bara Sentosa Lestari (BSL) Petrosea Bantu Masyarakat Terdampak Banjir di Wilayah Rawas Ilir

    • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    MurataraPT. Bara Sentosa Lestari (BSL) Petrosea yang bergerak di bidang Batu Bara menyalurkan bantua ke Masyarakat terdampak banjir di Desa-Desa Wilayah Kecamatan Rawas Ilir.Kabupaten Musi Rawas Utara.Rabu (12/3/2025) Terpantau bantuan yang di salurkanPT. BSL Petrosea ke Masyarakat yang terdampak banjir adalah DesaBelani dan Batu Kucing, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara. Bantuan berupa sembako […]

  • Dinas pertanian Dukung inovasi Pemerintah penanaman komoditi Jagung

    Dinas pertanian Dukung inovasi Pemerintah penanaman komoditi Jagung

    • calendar_month Rab, 22 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 107
    • 0Komentar

    MurataraDinas pertanian dan perikanan KabupatenMuratara Dukung inovasi program Pemerintah menanam komoditi jagung serentak,(22/1/2025) Ade Mairi kepala dinas petanian perikanan kabupaten Muratara memaparkan,penanaman serentak komoditi Jagung di lahan 1 juta haktar,Untuk kabupaten Muratara bertempat di desa lesung batu muda,dihadiri langsung oleh Bupati Muratara H Devi suhartoni dan jajarannya,Kapolres Muratara ,AKBP Koko Arianto Wardani beserta anggotanya Dandim […]

  • Bupati Sarolangun H.Hurmin Lantik Mulyadi sebagai Direktur Perumda Periode 2025–2030

    Bupati Sarolangun H.Hurmin Lantik Mulyadi sebagai Direktur Perumda Periode 2025–2030

    • calendar_month Sen, 12 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 105
    • 0Komentar

    SarolangunBupati Sarolangun H. Hurmin secara resmi melantik Muliyadi, SE sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Sako Batuah (TSB) Kabupaten Sarolangun masa jabatan 2025–2030. pelantikan berlangsung di Aula Perumda TSB pada Rabu (07/05/2025). Pelantikan ini menggantikan pejabat sebelumnya, Sargawi, ST, yang telah menyelesaikan masa jabatannya. Penetapan dilakukan melalui Surat Keputusan Bupati Sarolangun Nomor 148/psda/2025 tertanggal […]

  • Pj Wako dan Jajaran Safari Jumat di Masjid Jami’ At Takwa

    Pj Wako dan Jajaran Safari Jumat di Masjid Jami’ At Takwa

    • calendar_month Jum, 22 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Esapost.com – Lubuklinggau -Penjabat (Pj) Wali Kota Lubuklinggau, H Koimudin bersama jajaran Pemkot Lubuk Linggau melaksanakan Safari Jumat di Masjid Jami’ At Takwa, Kelurahan Eka Marga Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II, Jumat (22/11/2024). Dalam sambutannya, H Koimudin kembali mengingatkan bahwa menjelang Pilkada, masyarakat harus menjaga kondusifitas persatuan dan kesatuan. “Untuk membangung Kota Lubuk Linggau dan […]

  • Saharudin”mantan Kepala Desa Lubuk Mas diduga Korupsi Dana Desa

    Saharudin”mantan Kepala Desa Lubuk Mas diduga Korupsi Dana Desa

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 143
    • 1Komentar

    Lubuk LinggauKejaksaan Negri Lubuk LinggauPada hari Rabu tanggal 08 Januari 2025 sekira pukul 16.00 WIB bertempat di Ruang Tindak Pidana Khusus pada Kantor Kejaksaan Negeri Lubuk Linggau telah dilakukan penetapan tersangka Saharudin mantan Kepala Desa Lubuk Mas Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara Anita Asterida”Kejari Lubuklinggau menyampaikan”dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pengelolaan […]

  • Kelangkaan gas elpiji 3 KG Disprindangkop Muratara Kordinasi Ke Pertamina

    Kelangkaan gas elpiji 3 KG Disprindangkop Muratara Kordinasi Ke Pertamina

    • calendar_month Rab, 5 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

    MurataraKelangkaan gas elpiji tiga kilogram di Kabupaten Musi Rawas Utara menjadi pemicu kenaikan harga yang cukup signifikan. Harga gas elpiji kini mencapai Rp 35.000 per tabung, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga normal. Rabu (06/02/25) Menurut informasi yang dihimpun, kelangkaan gas elpiji ini bukan hanya terjadi di Muratara, melainkan juga terjadi di berbagai daerah lain […]

expand_less